Kerajinan Gerabah Desa Banyuning Buleleng

  • Dinas Kebudayaan
  • 29 Mei 2019
  • Dibaca: 211 Pengunjung

Mengupas tentang potensi kelurahan Banyuning, tentunya tidak lepas dari berbagai kerajinan yang dihasilkan warga setempat, seperti diantaranya pot, priuk, genteng, dan batubata serta berbagai jenis kerajinan lainnya. Walaupun beberapa inovasi kreatif untuk memodifikasi kerajinan yang diproduksi telah dilakukan masyarakat, namun kendala yang dihadapi di bagian pemasaran memaksa masyarakat untuk kembali ke metode lama.

Gerabah Banyuning selama ini menjadi ikon kerajinan kerakyatan di Kota Singaraja. Kerajinan gerabah di Desa Banyuning secara umum telah ada sejak dahulu kala dan diwariskan oleh nenek moyang kepada generasi berikutnya dan begitu seterusnya sehingga keterampilan membuat gerabah dapat lestari sampai sekarang.Gerabah dibuat dari satu atau dua jenis tanah liat yang dicampur. Warnanya tidak bening, berpori, dan bersifat menyerap air. 

Industri gerabah di Kelurahan Banyuning, Singaraja, selama ini kerap kurang dianggap. Perajin harus berjibaku sendiri, agar produk mereka bisa laris di pasaran. Beruntung banyak peralatan gerabah produksi wilayah setempat, yang masih digunakan untuk kegiatan adat. Sebut saja produk gerabah berupa payuk kedas untuk wadah tirta atau ari-ri, coblong dan caratan untuk wadah tirta, kekeb untuk tempat menghidupkan api, serta cubek untuk wadah tulang mayat. Produk ritual tersebut yang selama ini menopang kehidupan para perajin. Tambahan lainnya, muncul dari produk sampingan seperti pot atau vas bunga. Sejumlah produk gerabah dihadirkan, seperti vas besar, guci bunga, piring, vas kecil, mangkuk, guci bunga, guci cili, guci naga, hingga tegel relief. Gerabah yang semula untuk kebutuhan ritual, kini bergeser menjadi produk interior dan eksterior. 

Beberapa waktu lalu terdapat tim dari Universitas Pendidikan Ganesha melakukan penetian ke Banyuning dan mendorong perajin gerabah melakukan diversifikasi produk. Kelompok perajin diajak membuat souvenir sederhana dengan bahan dasar tanah liat. Souvenir itu berupa hiasan kulkas maupun patung mini. Bentuknya bermacam-macam, mulai dari ikan, kura-kura, bunga kamboja, bintang laut, mas-masan, kepiting, serta kelinci. Ada pula produk gerabah yang identik dengan ikon Buleleng, yakni lumba-lumba serta singa. Produk yang dihasilkan pun layak dijadikan benda koleksi.

Share Post :