Museum Buleleng Tahun 1914-1925

  • Dinas Kebudayaan
  • 29 Juni 2020
  • Dibaca: 32 Pengunjung

Di kota Singaraja pernah berdiri sebuah bangunan yang sangat indah dengan arsitektur antik beratap ijuk berukir cat perada emas. Bangunan tsb dikenal dengan nama Bale Mas. Bangunan Bale Mas terletak di dekat jalan raya (kini Jln. Veteran #Singaraja), di sebelah timur Gedung Kertya sekarang (saat itu Gedong Kertya belum ada). Bangunan tersebut adalah sebuah #Museum, tempat menyimpan dan memajang barang-barang kuno dan hasil kerajinan masyarakat #Buleleng. Museum tersebut dibuka untuk pelancong, demikian istilah jaman dulu yang berarti turis atau wisatawan. Bale Mas dulunya adalah bangunan yg berasal dari bekas paviliun "Bali dan Lombok" saat Pameran Kolonial pada 20 Agustus - 22 November 1914 di #Semarang.

Tahun 1914 di kota Semarang pernah ada pameran akbar kesenian dan kebudayaan yang waktu itu disebut Koloniaale Tentoonstelling yang diikuti oleh seluruh daerah di Indonesia yang dulu bernama Hindia Belanda. Wilayah Residentie Bali en Lombok diwakili oleh onder-afdeeling Buleleng. Pameran yang digelar di Semarang tersebut secara seremonial dibuka oleh Sri Sasuhunan Pakubuwono X. Rombongan besar kesenian Bali dan Lombok ke kota Semarang dipimpin oleh I Gusti Ketut Jelantik. Sayangnya, pada tahun 1929 bangunan Bale Mas tersebut dipindahkan ke #Denpasar disatukan dengan #MuseumBali. Sebagai gantinya dibangun Gedung "Liefring van der Tuuk" yg sekarang dikenal sebagai "Gedong Kirtya". 

www.sejarahbali.com
Repost from Instagram @sejarah.buleleng

Sumber: buleleng.com, foto: TropenMuseum

Share Post :