Sanggar Seni Asal Buleleng : Sanggar Seni Manik Uttara Singaraja

  • Dinas Kebudayaan
  • 02 April 2020
  • Dibaca: 540 Pengunjung

Dalam upaya pelestarian seni tari tradisional dan tabuh Bali khususnya di Kabupaten Buleleng, begitu banyak terbentuknya Sanggar-sanggar yang bertujuan sebagai wadah dari berkumpulnya anak-anak dan muda-mudi Buleleng untuk berlatih dan mengasah bakat mereka di Bidang Seni. Salah satunya adalah Sanggar Seni Manik Uttara Singaraja yang didirikan pada tanggal 20 Juli 2015 oleh I Kadek Sefyan Artawan yang juga sebagai pelatih dan sanggar ini diketuai oleh I Made Artha Putrawan. Sanggar  ini didirikan atas dasar ingin melestarikan seni budaya Bali khususnya di Kabupaten Buleleng dalam bidang seni tari dan seni tabuh. 

Sanggar ini terletak di Jalan Samratulangi Gang Garuda 2A, Penarukan-Singaraja. Sanggar Manik Uttara berdiri kali pertama dengan menggunakan gamelan semarpegulingan. Karena, di Buleleng saat itu belum begitu dikembangkan tentang gamelan semarpegulingan. Oleh dasar itulah sanggar dari gabungan pelaku-pelaku seni ini ingin melestarikan dan memperkenalkan gamelan semarpegulingan lewat sebuah wadah Sanggar Seni Manik Uttara. Selain itu, di sanggar ini juga sudah memiliki seperangkat satu barung gamelan gong kebyar dan sudah mempunyai regenerasi baik penari maupun penabuh.


Perkembangan sanggar seni Manik Uttara beraktivitas latihan rutin setiap hari dengan pembagian waktu ada latihan menari, ada megambel dasar, megambel anak-anak yang sudah masuk tim inti, ada latihan dewasa, dan ada latihan gong wanita. Perkembangan sanggar sekarang sudah sampai tahap penyediaan sarana latihan berupa aula sanggar yang dikhususkan untuk latihan dalam skala jumlah besar (masal). Adapun anggota yang aktif disanggar adalah anak-anak yang masih berada dalam lingkungan satu Kecamatan. Dan sanggar seni Manik Uttara tetap berkarya dengan prinsip ngayah sambil melajah. Tentunya karya dikembangkan juga yang tertuju pada kearifan lokal (Buleleng).

Adapun beberapa pelatihan yang diberikan oleh sanggar ini diantaranya :

1.Pelatihan dan pementasan tari dan karawitan dengan menghasilkan produk tari bernama: Tari Uttara Giri yang merupakan karya anak sanggar dipentaskan pertama kali dalam penutupan Buleleng Festival Tahun 2015. Uttara Giri merupakan tarian yang menggambarkan bagaimana kita sebagai insan manusia agar selalu bersyukur akan adanya bebukitan dan alam sekitar yang kita jadikan sebagai sumber kehidupan. Uttara Giri mengandung pengertian alas bukit yang berada di daerah utara Bali, dalam hal ini adalah Kabupaten Buleleng.


2. Pelatihan generasi penabuh anak-anak yang mampu menghasilkan sebuah garapan Tari Kreasi Purwa Caritaning Megoak-goakan yang menceritakan asal-usul tradisi Megoak-goakan di Desa Panji Kabupaten Buleleng. Sebelum dikembangkan sama anak-anak, garapan tari kreasi ini pertama kali dipentaskan dalam ajang Gelar Tari Remaja 2019 di Gedung Kesenian Jakarta mewakili provinsi bali dan mendapatkan penghargaan Penari Terpilih.

3. Produk karawitan dan tari hingga mewakili Gong Kebyar Dewasa Duta Buleleng Tahun 2018 di Pesta Kesenian Bali di Denpasar dengan jenis produknya bernama tabuh Pat Lelambatan Kukus Arum, Tari Kreasi Cakra Byoha, Pragmentari Karna Antaka. Tabuh Pat Lelambatan Kukus Arum menggambarkan suasana pelaksanaan upacara Dewa Yadnya di Bali. Dalam upacara keagamaan di Bali kita mengenal istilah Kukus Arum yang mengandung pengertian “Pasepan”. Pasepan dalam konteks sarana upacara yadnya merupakan tempat bara api wewangian. Dengan keharuman kepulan asapnya, itu dapat menghantarkan jiwa yang goyah dalam suasana gejolak bathin kegelisahan menuju ketenangan alam spiritual. Tari Kreasi Cakra Byoha yang terinsfirasi dari cerita Mahabharata, ketika Abimanyu terjebak dan terbunuh di dalam formasi cakra milik pasukan Korawa yang dipimpin oleh Drona. Pragmentari Karna Antaka yang menceritakan kematian Karna ditangan Arjuna. 

4. Produk tari dan tabuh dalam bentuk garapan pragmentari Puputan Jagaraga yang dipentaskan dalam acara Pembukaan Buleleng Endek Carnival tahun 2017. Pragmentari Gajah Mina yang dipentaskan dalam Pembukaan Pemuteran Festival (BBDF) Tahun 2015. Dan Pragmentari Bedawang Nala yang dipentaskan dalam Pembukaan Pemuteran Festival (BBDF) Tahun 2016.


5. Produk tabuh dan tari kontemporer yang dibuat dalam bentuk garapan inovatif dan dipentaskan dalam ajang Pesta Kesenian Bali di Denpasar Tahun 2016. Dalam pementasan itu, sanggar menampilkan tabuh tegak inovatif/kontemporer dengan memakai alat-alat bantu seperti konga, jimbe, dan biola yang dipadukan dengan gamelan samarapegulingan. Selain itu, sanggar juga menampilkan dua garapan tari kontemporer yang berjudul : “NI : PEREMPUAN DALAM DOA”.


6. Produk tabuh Baleganjur Tari berjudul Taruna Goak yang dipentaskan dalam Upacara Pembukaan HUT Kota Singaraja Tahun 2017. Dalam garapan ini, dikemas sebuah kolaborasi Tabuh Balaganjur dengan Pragmentari yang menceritakan pasukan Taruna Goak beserta Raja Panji Sakti sebelum menggempur Kerajaan Blambangan.


7. Produk pelestarian kesenian klasik berupa janger klasik melelampahan yang berjudul Patemon Tresna Jayaprana Layonsari dipentaskan dalam ajang Pesta Kesenian Bali di Buleleng tahun 2019.


8. Produk gamelan kreatif anak-anak yang dipentaskan dalam Konser Karawitan Anak Indonesia tahun 2018 dengan judul “Pangelebar” di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki Jakarta mewakili provinsi bali mendapat penghargaan Penyaji Terpilih. Dan Konser Karawitan Anak Indonesia tahun 2019 dengan judul “Prabhawaning Ki Barak Panji” di Gedung Kesenian Jakarta mewakili provinsi bali mendapat penghargaan Penata Artistik Terpilih. 

9. Produk  kolaborasi musik, tari dan tabuh kolosal dalam garapan pragmentari kolosal berkolaborasi dengan Baktinegara Banyuning dan Korrok Band dengan judul garapan Panji Sakti Angripta Megoak-goakan. Garapan kolosal ini melibatkan 200 orang dipentaskan dilapangan Bhuana Patra Singaraja dalam acara pembukaan Secret Festival 2019.

Pelatih sanggar terdiri dari tiga orang pelatih tabuh, satu orang pelatih tari cowok, dan tiga orang pelatih tari cewek. Rekrutmen peserta sanggar dibuka secara umum bagi yang berminat dan mempunyai keahlian di bidang seni pertunjukan (tari dan tabuh). Anggota penabuh dewasa berjumlah 26 orang, penabuh anak-anak 80 orang dan Penari dewasa 30 orang, dan penari anak-anak 85 orang. 

Share Post :