Tari Nelayan

  • Dinas Kebudayaan
  • 28 Maret 2020
  • Dibaca: 372 Pengunjung

Kabupaten Buleleng  yang terletak di Bali Utara ini tidak hanya memiliki banyak tradisi dan tapi juga memiliki banyak tarian tradisional Bali khas Bali Utara. Salah satunya adalah tari nelayan. Tarian ini diciptakan I Ketut Merdana di desa Kedisan, Buleleng pada tahun 1960. Sesuai namanya, gerakan yang dihadirkan diadopsi dari gerakan-gerakan nelayan Bali dalam menjalankan aktivitas menangkap ikan. 

Tarian Nelayan setidaknya melibatkan satu penari laki-laki dan dua penari perempuan. Mereka menari membawakan gerakan seperti mendayung, menebar jala dan lain sebagainya. Semua gerakan yang tersaji lebih menggambarkan kerjasama nelayan dalam mencari ikan.

Dalam hal tata busana, penari laki-laki menggunakan udeng atau ikat kepala, rumbing, badong, sabuk lilit, apok-apok, kamen atau jarik dan celana. Dipakai juga gelang kane dan klat bahu.

Sementara itu, untuk busana penari perempuannya menggunakan lelunaan sebagai ciri khas wanita Bali di jaman dulu. Selain itu, mereka juga mengenakan angkin, sabuk lilit, serta jarik dengan riasan cantik.

Pementasan Tarian Nelayan ini biasanya diiringi oleh Gong Kebyar. Salah satu dari ensambel gamelan Bali yang juga terlahir di Kabupaten Buleleng pada kisaran tahun 1914-1915. Oleh karena itu, tarian ini bisa dikategorikan sebagai tari-tarian kekebyaran. 

Sumber : https://blogkulo.com/tari-nelayan-bali/amp/

Share Post :