Bulan Bahasa Bali Tingkat Kabupaten Tahun 2020

  • Dinas Kebudayaan
  • 05 Pebruari 2020
  • Dibaca: 214 Pengunjung

Dalam rangka upaya pelindungan dan pemeliharaan kelestarian Bahasa, Aksara dan Sastra Bali, maka pemerintah provinsi Bali mengamanatkan penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali melalui Peraturan Gubernur Bali nomor 80 tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali, yang tercantum dalam Bab V pasal 7 dan pasal 8. Pada bagian tersebut dinyatakan bahwa Bulan Bahasa Bali diselenggarakan pada setiap bulan Pebruari dan diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota. Bulan Bahasa Bali dapat diselenggarakan oleh Desa Adat, lembaga pendidikan Swasta dan/atau masyarakat. Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng salah satunya yang menyelenggarakan kegiatan Bulan Bahasa Bali tingkat Kabupaten Buleleng yang dilaksanakan di lingkungan Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng pada Selasa, 4 Februari 2020.

Kegiatan Bulan Bahasa Bali tahun 2020 kali ini mengangkat tema "Malarapan Bulan Bahasa Bali, Nyujur Atma Kerthih" dan dibuka langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Buleleng I Made Rousmini yang ditandai dengan pemukulan gong. Pada acara pembukaan Bulan Bahasa Bali di Kabupaten Buleleng ini juga dimeriahkan oleh penampilan dari Sanggar Seni Santhi Budaya yang berkolaborasi dengan seniman-seniman Dinas Kebudayaan Buleleng yang menampilkan fragmentari yang berjudul Bibi Anu. 

Lomba Bulan Bahasa Bali tingkat Kabupaten Buleleng ini diikuti oleh perwakilan dari 9 Kecamatan yang ada di Kabupaten Buleleng, dimana pesertanya terdiri dari siswa dan siswi sekolah dasar, SMA, SMP, Ibu-ibu PKK, Bendesa Adat dan peserta umum lainnya. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Buleleng I Made Rousmini mengatakan pelestarian sangat penting dilakukan agar tidak punah dikemudian hari, karena bagaimanapun perkembangan teknologi saat ini kita tidak boleh melupakan bahasa Bali, gunakan bahasa Bali dengan sebaik-baiknya. Dengan adanya lomba-lomba yang diadakan salah satunya ada yang menggunakan komputer dengan begitu kita tetap menggunakan teknologi tanpa melupakan warisan budaya leluhur yang tetap harus dilestarikan melalui kegiatan Bulan Bahasa Bali. "Walaupun bagaimana melihat perkembangan teknologi yang terjadi sekarang, bahasa Inggris dan bahasa Jepang serta bahasa asing lainnya bagus untuk dipelajari, namun jangan lupakan bahasa Bali," ucapnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng Made Sudiarba juga mengatakan bahwa bahasa Bali merupakan ciri khas masyarakat Bali yang patut dilestarikan maka Dinas Kebudayaan Buleleng melaksanakan berbagai macam lomba diantaranya lomba ngwacen aksara bali, debat bahasa bali, pidarta bahasa bali, baligrafi, masatua bahasa bali, nyurat aksara bali dan mengetik aksara bali di komputer. 

 

Share Post :