Kurangi Gadget Dengan Membangkitkan Permainan Tradisional Melalui Gema Budaya

  • Dinas Kebudayaan
  • 02 Desember 2019
  • Dibaca: 265 Pengunjung

Seiring dengan perkembangan jaman, anak-anak hanya mengetahui gadget dan banyak yang tidak mengenal adanya permainan tradisional. Mereka asik bermain dan berinteraksi dengan gadget daripada dengan sesama teman sebayanya. Ini merupakan suatu kondisi yang sangat memprihatinkan. Dimana mereka jadi susah bergaul atau bersosialisasi karena mereka hanya bermain dengan benda teknologi. Selain itu ketergantungan gadget juga dapat merusak mata karena radiasi. Berbeda halnya dengan anak-anak jaman dahulu yang bermain dengan teman sebayanya dengan mempermainkan permainan tradisional. Maka melihat perubahan jaman yang terjadi saat ini, Kementrian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan Gerakan Masyarakat Berbasis Budaya (Gema Budaya) melalui permainan tradisional. 

Gema Budaya ini dihadiri pula oleh Asisten Deputi Bidang Nilai dan Kreatifitas Budaya Kementrian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI), Ir. Redemtus Alfredo Sani Fenat, MAB, Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna, SH, para Pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Buleleng, serta para Camat se-Kabupaten Buleleng, bertempat di Taman Kota Singaraja pada Minggu (1/12).

Kadis Kebudayaan Buleleng, Gede Komang mengatakan pada perkembangan jaman saat ini, pengaruh gadget di kalangan masyarakat memang memberikan berbagai macam dampak, baik itu negatif maupun positif. Bahkan juga untuk mengurangi dampak negatif dalam ketergantungan gadget, khususnya di kalangan anak-anak hingga remaja, permainan tradisional menjadi salah satu solusinya. Selain mengurangi penggunaan gadget, Gema Budaya ini juga bertujuan untuk menjaga dan membangkitkan kembali atraksi seni warisan leluhur.
 
Parade permainan tradisional ini mengusung tema Jagra Raksaka. Permainan Tradisional yang ditampilkan diantaranya Megoak-goakan Desa Panji, Mengangsing yang diikuti oleh peserta dari beberapa Desa, Mejaran-jaranan Desa Banyuning, Mejaran-jaranan Beratan Sanggar Manik Uttara dan Metempeng Gandong Desa Banyuning. Dalam ajang tersebut, Desa Gobleg menjadi duta Provinsi Bali melalui permainan megangsing dan terpilih menjadi juara favorit tingkat Nasional. Maka dari itu, ia merasa terpanggil untuk membangkitkan seluruh permainan tradisional khas Buleleng. 
 
Sementara itu ditemui dilokasi yang sama, Asisten Deputi Kemenko PMK RI, Alfredo Sani mengungkapkan, Pemerintah Pusat selalu memberikan dorongan kepada Pemerintah Daerah untuk terus memajukan kebudayaan, salah satunya yakni permainan tradisional. Dalam hal ini, dirinya tidak hanya melihat pertunjukannya saja, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai kebudayaan yang tertuang dalam permainan tersebut kepada generasi muda jaman sekarang. Ditekankan juga nantinya agar permainan tradisional khas Buleleng diterapkan pada kegiatan ekstrakulikuler di sekolah.
Share Post :