Lomba Sambramawacana dan Melukis Wayang Parwa Dilaksanakan Secara Daring

  • Dinas Kebudayaan
  • 16 Oktober 2020
  • Dibaca: 81 Pengunjung

Dalam rangka melestarikan dan mengembangkan kearifan lokal termasuk, Bahasa Aksara, Sastra Bali dan Seni, UPTD. Gedong Kirtya Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng menyelenggarakan Lomba Sambramawacana berbahasa Bali dan Lomba Melukis Wayang Parwa. Kegiatan Penyelenggaraan Lomba Sambramawacana dan Lomba Melukis Wayang Parwa tahun 2020 mengangkat tema “Menggali Kearifan Lokal Masyarakat Bali Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19”. Lomba ini akan dilaksanakan pada 21 - 23 Oktober 2020.

Melihat perkembangan situai pandemi Covid-19 seperti saat ini, sangat tidak memungkinkan mengadakan suatu kegiatan lomba. Maka dari itu lomba akan dilaksanakan secara daring. Peserta terdiri dari Empat ( 4 ) orang peserta Truna / Truni serta dua ( 2 ) orang pendamping perwakilan dari Kecamatan SeKabupaten Buleleng. Usia peserta 17 – 25 tahun. Semua peserta berpakaian adat Bali madya (untuk yang perempuan memakai kebaya lengan panjang). Lomba diadakan di masing-masing tempat. Peserta diharuskan merekam video lomba secara utuh tanpa jeda, kemudian video di upload ke Youtube dengan mengirimkan link video masing-masing peserta ke panitia. Naskah disusun oleh peserta dengan menggunakan Bahasa Bali Halus, diketik dan dikirim ke panitia. 

Bagi para pemenang lomba disediakan piagam dan uang pembinaan masing-masing Juara I Rp. 6.000.000; juara II Rp. 5.000.000; juara III Rp. 4.000.000; harapan I Rp. 3.000.000; harapan II Rp. 2.000.000; harapan III Rp. 1.000.000 yang akan diserahkan secara simbolis.

Share Post :