Pragmentari Mustikaning Semara "Mutiara Cinta"

  • Dinas Kebudayaan
  • 26 September 2019
  • Dibaca: 56 Pengunjung

Sebuah kebanggaan tersendiri bagi Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, dimana sebelumnya sudah dapat menjalin kerjasama dalam pemajuan kebudayaan dengan menyelenggarakan pementasan kolaborasi kesenian budaya antara kesenian budaya Tiongkok dan Bali Utara dalam rangka perayaan tahun baru IMLEK 2019 yang diadakan di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja. Pada pementasan tersebut ditampilkan kolaborasi Barong Ket khas Bali Utara dan Barong Sai Khas China dan ditampilkan juga beberapa pementasan tari bali khas Bali Utara dan tari tradisional khas Tiongkok China yang menjadi bukti adanya akulturasi antara budaya Tionghoa dan budaya tradisional Indonesia. Kali ini Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng kembali dipercaya untuk menjalin kerjasama dengan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar dalam rangka perayaan HUT ke 70 Republik Rakyat Tiongkok, dimana Dinas Kebudayaan diminta untuk mengisi acara dengan melakukan pementasan pragmentari "Mustikaning Semara" (Mutiara Cinta) di Hotel Westin Nusa Dua. Pada pementasan tersebut Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng menampilkan pertunjukkan tari Taruna Jaya Massal dan tarian yang menceritakan kisah Sri Jayapangus dengan putri saudagar China yang bernama Kang Cing Whie. Dan setelah mereka menikah tapi tidak dikaruniai anak maka Sri Jayapangus memutuskan untuk bertapa di Gunung Batur dan kemudian bertemu dengan Dewi Danu dan kemudian mereka pun saling jatuh cinta. Cinta segitiga yang mereka rajut membuahkan suatu tradisi budaya spiritual yaitu "Barong Landung" yang kemudian dilestarikan oleh masyarakat Bali sampai sekarang. Akhirnya tragedi ini menjadi warisan akulturasi budaya Tiongkok di Bali. Selain pragmentari Mustikaning Semara, terdapat juga pertunjukkan kolaborasi Barong Ket, Barong Landung dan Barong Sai sebagai penutup acara pada perayaan HUT ke 70 Republik Rakyat Tiongkok. 

Share Post :