Sosialisasi Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) Melalui E-Learning

  • Dinas Kebudayaan
  • 05 Mei 2020
  • Dibaca: 482 Pengunjung

Sosialisasi kemah budaya kaum muda (KBKM) dengan Kemdikbud RI melalui e-learning dilaksanakan pada 5 Mei 2020 pada pukul 11.00 wita sampai dengan 13.00 wita dengan Bapak Yudi Wahyudin yang merupakan Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Kemdikbud RI sebagai Narasumber, Bapak Martin Suryajaya merupakan TIM KBKM Kemdikbud RI sebagai Narasumber, Bapak Awali Sastra merupakan Alumni sebagai Narasumber dan Bapak Arifin Danoe sebagai Moderatornya. Turut ikut rapat yaitu dari ITB Stikom Bali, STAH Mpu Kuturan Singaraja, FIB Universitas Udayana, Disparbud Kabupaten Ngada, Ketua GP Ansor NTT. Keseluruhan sudah sampai 53 peserta rapat dari Bali, NTT dan Kalimantan Barat.
Paparan dari Bapak Yudi Wahyudin memaparkan dikarenakan perubahan format dengan format indor. Kemah Budaya ini adalah amanat dari UU no 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan yang nantinya bisa menjadi sumber ketahanan kebudayaan pengembangan kebudayaan, pemanfaatan kebudayaan dan pembinaan kebudayaan.

Kepesertaan yang boleh mengikuti kemah budaya yaitu warga negara indonesia dengan dibuktikan penyerahan KTP,

  1. Berusia dari 18 th sd 25 th dan mementuk kelompok yang terdiri dari 3 orang (untuk kategori prakarya) dan 5 orang (untuk kategori aplikasi),
  2. Satu kelompok diharapkan berdomisili disatu kota/kabupaten yang sama untuk mempermudah koordinasi.
  3. Menciptakan purwarupa dan aktivasi inisiatif sosial untuk menjawab permasalahan dan daftar masalah umum (DMU) PPKD Kabupaten/kota terkait dengan 10 objek pemajuan kebudayaan (OPK) yang berspektif STEAM (Science, Technology, Engineering Arts, Mathemantics),
  4. Setiap anggota kelompok harus mengikuti seluruh rangkaian kegiatan KBKM tanpa perwakilan atau anggota pengganti.
  5. Nomor ponsel yang dicantumkan harus memiliki fitur Whatsapp

Total hadiah keseluruhan sebesar Rp. 585.000.000 yang diperuntukan bagi pengembangan aplikasi atau prakarya yang mereka gagas.

Paparan dari Bapak Martin Suryajaya memaparkan cara penilaian yang meliputi gambaran inisiatif diantaranya :

 

1. Kategori inisiatif

a.Kategori aplikasi : aplikasi (software) yang didapat menjawab tantangan pemajuan kebudayaan. Contoh : Aplikasi pelaporan persekusi, game online, aplikasi match-making tempat pertunjukan.

b. Kategori prakarya : Kriya fisik (hardware) yang dapat menjawab tantangan pemajuan kebudayaan. Contoh : mesin pemindai manuskrip lontar, board game bertema sejarah, robot pembaca puisi.

 

2. Unsur-unsur penilaian

a.Pemahaman tentang pemajuan kebudayaan

b.Identifikasi masalah pemajuan kebudayaan yang mau dipecahkan

c.Deskripsi ide pemecahan masalah

d.Identifikasi langkah kerja

e.Identifikasi hasil dan dampak

f.Identifikasi masalah kebudayaan ( sejauh mana peserta akrab dengan PPKD, Sejauh mana masalah yang mau dipecahkan dalam proposal menggambarkan permasalahan aktual kebudayaan di PPKD yang dipilih atau daftar masalah umum (DMU) PPKD).

 

3. Deskripisi ide pemecahan masalah

a.Sejauh mana ide tentang inisiatif yang diharapkan dapat memecahkan tergambar dengan jelas

b.Sejauh mana ide tersebut realistis untuk dikerjanan dalam jangka waktu berlangsungnya KBKM 2020.

c.Sejauh mana ide tersebut dapat sebcara fleksibel diperbesar dapat diperkecil skalanya (scalable)

 

4. Identifikasi tahap-tahap kerja

a.Sejauh mana peserta dapat menjabarkan ide inisiatifnya dalam tahap-tahap pelaksanaan kerja yang terpilah.

b.Sejauh mana rancangan tahap-tahap tersebut realistis untuk dikerjakan dalam waktu berlangsungnya KBKM 2020.

c.Sejauh mana tahap-tahap itu mencerminkan pembagian kerja yang adil dalam kelompok.

 

5. Identifikasi keluaran dan dampak

a.Sejauh mana peserta mampu mengenali keluaran (Output) dan dampak (Impact) dari inisiatif mereka

b.Sejauh mana keluaran inisiatif mereka dapat menjawab masalah yang diidentifikasi di awal.

c.Sejauh mana dampak inisiatif mereka dapat menggerakan pasrtisipasi yang lebih luas dalam pemajuan kebudayaan.

Paparan dari Awali Sastra merupakan Alumni memaparkan tentang pengalamannya mengikuti KBKM  pertama dan menjelaskan wara-wara project yang akan dilakukan oleh para penggiat budaya. Dan menyarankan untuk para peserta nanti dalam KBKM agar bisa memulai dari masalah bukan dari ide dikarenakan akan bisa membawa project yang dibuat bisa berjalan karena sudah mengidentifikasi masalahnya terlebuh dahulu.

Share Post :