Terpilihnya Desa Pedawa Sebagai Jejak Tradisi Daerah Tahun 2019

  • Dinas Kebudayaan
  • 25 Maret 2019
  • Dibaca: 635 Pengunjung

Dalam era modernisasi dan globalisasi saat ini sebuah tradisi cendrung berada di ambang transisi antara masih dianut oleh komunitasnya dan mulai ditinggalkan karena sudah dianggap kuno. Terhadap suatu tradisi yang mulai ditinggalkan oleh komunitasnya disebabkan oleh karena kurangnya pemahaman serta apresiasi dari masyarakat bersangkutan terhadap warisan leluhurnya utamanya dikalangan generasi muda. Berkenaan dengan pemaparan kondisi seperti tersebut di atas, maka perlu adanya suatu upaya peningkatan pengetahuan, pemahaman serta apresiasi masyarakat utamanya kalangan generasi muda terhadap keragaman tradisi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia ini. Sehingga dengan upaya tersebut dimaksudkan dapat menambah kecintaan serta tumbuhnya apresiasi dari kalangan generasi muda guna melestarikan keragaman tradisi yang ada. Salah satu bentuk kepedulian Pemerintah yaitu Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali, dengan melaksanakan suatu kegiatan Jejak Tradisi Daerah (JETRADA) yang secara rutin dilaksanakan oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali di 3 (tiga) Wilayah kerja Bali, NTB, NTT, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Yang kebetulan tahun ini dilaksanakan di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng Provinsi Bali dilaksanakan pada tanggal 24 s.d. 26 Maret 2019. Peserta Jetrada Bali tahun 2019 berjumlah 60 orang. Jetrada kali ini memiliki tema "Merajut Tradisi Dalam Kebhinekaan". Beberapa alasan mengapa Desa Pedawa yang dipilih untuk pelaksanaan Jetrada yaitu :

1. Desa Pedawa memiliki keunikan arsitektur rumah adat yang masih bertahan sampai saat ini

2. Desa Pedawa merupakan desa baliaga atau desa tua

3. Desa Pedawa terdapat teknologi pertanian tradisional yang tidak dimiliki daerah lain, bagaimana mereka mengolah pertanian dengan baik tanpa

    menggunakan pupuk dan memiliki pengolahan gula pedawa dan kopi pedawa

4. Desa Pedawa terdapat keunikan anyaman yang lebih tertata

5. Desa Pedawa terdapat adanya permainan tradisional Mengangsing

Beberapa tujuan pelaksanaan Jejak Tradisi Daerah ini yaitu :

1. Memperkenalkan keragaman tradisi suku bangsa yang ada di wilayah kerja Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali, NTB, NTT yaitu Provinsi Bali,

    Provinsi NTB, dan Provinsi NTT, dalam kesempatan ini khusus di Provinsi Bali yaitu di Desa Pedawa Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng.

2. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang keragaman tradisi suku bangsa

3. Meningkatkan kesadaran pada masyarakat akan pentingnya melestarikan tradisi suku bangsa.

Peserta kegiatan Jejak Tradisi Daerah (Jetrada) diajak untuk mengunjungi Rumah Adat dan melihat kantong – kantong budaya di Desa Pedawa,Kec. Banjar Kab. Buleleng sehingga dapat terevitalisasi dan teraktualisasinya aktivitas serta karya-karya budaya yang mengandung nilai-nilai budaya yang menjadi tradisi suatu masyarakat serta meningkatnya pemahaman peserta yang awalnya mereka tidak tahu apa itu jetrada tradisi dan karya budaya yang ada didalamnya setelah mereka ikut aktif dalam kegiatan jetrada, walaupun waktunya hanya beberapa hari saja tapi banyak manfaat yang mereka dapatkan dilapangan, dalam hal ini masyarakat yang dijadikan obyek sangat mengapresiasi.
Harapan pemerintah juga bisa mempertahankan rumah adat tradisional dan bagaimana kedepannya agar arsitektur rumah adat Pedawa tersebut tidak punah, begitu juga permainan rakyat megangsing. Pemerintah juga mencanangkan agar Desa Pedawa bisa dijadikan tempat destinasi wisata kedepannya. 

Share Post :