Workshop Melukis di Museum Le Mayeur, Buleleng Diwakili Oleh Sanggar Seni Santhi Budaya

  • Dinas Kebudayaan
  • 11 November 2020

Museum Le Mayeur merupakan sebuah museum yang menyimpan begitu banyak lukisan karya dari Pelukis berdarah bangsawan asal Belgia Andrien Jean Le Mayeur de Merpes. Le Mayeur belajar mengembangkan keahlian melukisnya kepada sejumlah guru, antara lain Ernest Blanc Garin (1813-1916).

Antara tahun 1919-1932, ia berkelana mengasah kemampuannya sebagai pelukis ke berbagai negara, antara lain Prancis, Italia, Maroko, Tunisia, India, Thailand, Kamboja, dan Tahiti. Setelah menjelajah ke banyak negara, akhirnya Le Mayeur tertambat di Bali. Ia pun memutuskan mengeksplorasi daya kreativitasnya dalam berkarya di pulau ini hingga akhir hayatnya.

Di Bali, Le Mayeur menemukan ketertarikan untuk mengangkat keindahan alam, budaya, dan masyarakat setempat ke dalam lukisan-lukisannya. Objek dari lukisan Le Mayeur banyak mengangkat aktivitas masyarakat tradisional Bali kala itu, khususnya kaum wanita.

Museum Le Mayeur merangkum buah karya dari pria yang akrab disebut Mr. Belgi ini hingga akhir hayatnya. Total, museum ini menyimpan 88 buah lukisan dengan berbagai tema, yang dituangkan di atas kanvas, hardboard, triplek, kertas, dan bagor. Di samping lukisan, museum ini juga menyimpan sejumlah koleksi lain. Koleksi tersebut berupa foto-foto dokumentasi pribadi Le Mayeur, aneka perabotan asli milik keluarga Le Mayeur, ornamen ukiran kayu yang menyatu dengan rumah, serta sejumlah patung – di antaranya patung setengah badan Le Mayeur dan Ni Pollok. (https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/museum-le-mayeur-meresapi-warisan-peninggalan-mr-belgi)

Dalam upaya mengaktualisasikan Museum Le Mayeur sebagai tempat penyimpanan koleksi karya seorang maestro lukis asal Belgia Andrien Jean Le Mayeur de Merpes yang masih tersimpan rapi di Museum Le Mayeur, maka keberadaannya perlu dikomunikasikan kepada masyarakat khususnya generasi muda agar mereka mengetahui karya seorang maestro tersebut. Maka untuk mewujudkan hal tersebut, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali melaksanakan sebuah kegiatan Display (Workshop) lukisan Le Mayeur yang diikuti oleh perwakilan dari semua Kabupaten di Bali. Masing-masing Kabupaten diberi kuota peserta hanya 25 orang saja. 

Dari Kabupaten Buleleng peserta diwakili oleh Sanggar Seni Santhi Budaya Singaraja sebanyak 25 orang. Dari masing-masing Kabupaten akan dipilih 4 lukisan yang terbaik dan yang paling mendekati dengan contoh yang diberikan. Dan lukisan-lukisan yang terpilih nantinya akan dipajang di Museum Le Mayeur Denpasar Bali. 

Share Post :