Tari Condong

  • Dinas Kebudayaan
  • 04 April 2019
  • Dibaca: 738 Pengunjung

Tari Condong berasal dari daerah Bali. Menurut sejarah, Tari Condong diperkirakan tercipta pada abad ke-19 di lingkungan kraton atau istana kerajaan Bali. Anehnya, tidak dapat diketahui dengan pasti tokoh yang menciptakan tari. Menurut kepercayaan yang berkembang di masyarakat Bali, bahwa asal mula tari Condong ini bermula dari seorang pangeran dari Sukawati yang sakit parah. Kemudian ia mendapat penglihatan gaib dua gadis cantik menari dengan anggun ditemani alat musik tradisional yang bernama Gamelan. Setelah pengeran tersebut sehat kembali, gerakan tarian itu ia ulangi.

Condong adalah tarian bali yang sering dipentaskan sebagai pendahuluan untuk legong dan diiringi oleh semar pangulingan. Istilah ini juga merujuk ke karakter fiksi, representasi klasik pelayan wanita, yang ada di dalam tari condong, seperti tari legong, gambuh, dan arja. Condong umumnya digunakan sebagai pendahuluan dari tari legong sehingga ditampilkan sebelumnya.Tari ini juga bisa ditampilkan sebelum tari gambuh atau arja; karakter condong cukup khas dibanding karakter yang lain. Karakter condong juga konsisten di seluruh cerita yang berbeda, sebagai representasi klasik dari pelayan wanita yang telah mengenalkan berbagai macam karakter putri, baik dari Bali atau pun bukan, termasuk Rangkesari, Ophelia, dan Miranda. Dalam tarian yang menjadi awalan pertunjukan legong, penari condong memasuki panggung lebih dulu, menampilkan gilirannya. Penari condong umumnya gadis muda, dan gerakan-gerakannya merupakan, seperti istilah yang dikemukakan etnomusikologis Michael Tenzer, karakter yang "tajam dan intens". Ketika pertunjukan legong mulai, penari condong bisa menari bersama dengan penari legong menghadirkan tiap-tiap penari legong dengan kipas sebelum keluar panggung. Durasi rata-rata pertunjukan condong adalah sekitar 15 menit. Dalam bentuk legong lasem, penari condong kembali dengan mengenakan sayap gagak meramalkan kematian Raja Lasem. Seperti tari legong, tari condong diiringi gaya gamelan semar pangulingan. Pengiringan musik ini mengambil bentuk rangkaian melodi pendek 16 ketukan,dalam irama gegaboran Pada tari condong yang dipentaskan sebagai pendahuluan untuk legong kraton, musik pengiring diganti ke irama batle.

Share Post :