Melaksanakan Pecaruan Pada Rahina Pengrupukan

  • Dinas Kebudayaan
  • 24 Maret 2020
  • Dibaca: 20 Pengunjung

Upacaca yang biasa di sebut sebagai upacara ngerupuk ini adalah merupakan upacara yang dilakukan untuk mengusir Buta Kala atau kejahatan yang dilakukan sore hari (sandhyakala) setelah dilakukan upacara mecaru di tingkat rumah) sehari sebelum upacara Nyepi, tepatnya pada saat tilem atau malam bulan mati sasih kesanga. 

Pengerupukan dilakukan dengan cara menyebar-nyebar nasi tawur, mengobori-obori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesiu, serta memukul benda-benda apa saja (biasanya kentongan) hingga bersuara ramai/gaduh.  Tahapani ini dilakukan untuk mengusir Buta Kala dari lingkungan rumah, pekarangan, dan lingkungan sekitar.

Pengerupukan dengan melaksanakan upacara pecaruan juga dilakukan di lingkungan Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng oleh para karyawannya. Hal ini harus dilakukan sebagai serangkaian dari hari raya nyepi dan untuk dapat mengusir butha kala atau kejahatan yang ada di lingkungan kantor Dinas Kebudayaan Buleleng. 

Share Post :