Rapat Koordinasi Rencana Pagelaran Tahun Baru IMLEK

  • Dinas Kebudayaan
  • 30 Januari 2019
  • Dibaca: 55 Pengunjung

Perayaan tahun baru IMLEK bersama antara Konjen Tiongkok dengan Pemkab Buleleng pada tanggal 20 Februari 2019 pada pukul 19.00 Wita sampai selesai di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja. Mengenai hal tersebut di atas maka diadakan sebuah rapat koordinasi di ruang rapat Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng pada pukul 09.00 Wita. Rapat ini dihadiri oleh beberapa tamu komunitas tionghoa di Buleleng. Rapat ini dibuka langsung oleh Drs.Gede Komang,M.Si selaku Kepala Dinas dan didampingi oleh Kepala Bidang Kesenian Drs.Wayan Sujana. Pagelaran seni dalam rangka menjalin kerjasama di bidang ekonomi dan budaya antara Tiongkok dan Bali Utara yaitu pemerintah Kabupaten Buleleng. Tamu undangan yang akan diundang nanti diantaranya tamu VIP yang terdiri dari Muspida Plus, Pejabat Pemkab Eselon 2, 3 dan 4, tamu warga Tionghoa dari Buleleng dan tamu undangan dari Konjen China. Acara dimulai dari pembukaan dari MC Kabupaten, menyanyikan lagu kebangsaan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, kemudian tari pembukaan Taruna Jaya massal yang ditarikan oleh 10 penari, laporan panitia, sambutan-sambutan dan hiburan.

Beberapa hiburan yang akan ditampilkan berupa kesenian dari Bali Utara dan Tiongkok China. Penampilan dari Bali Utara diantaranya :

1. Tari Taruna Jaya

2. Tari Barong Ket

Sedangkan penampilan kesenian Fujian Tiongkok diantaranya :

1. Tarian Masyarakat Minnan (Merayakan Panen Raya)

    Dibawakan oleh penari-penari dari Sekolah Kesenian Zhang Zhou

2. Akrobat Jenaka 

3. Permainan Alat Musik Tradisional Tiongkok

4. Nyanyian Bahasa Daerah Minnan

5. Pertunjukkan Keterampilan Seni Gunting Kertas

6. Pertunjukkan Wayang Golek Khas Tiongkok

7. Permainan Sulap

8. Pertunjukkan Wayang Golek Tradisional 

9. Permainan Alat Musik Tradisional Tiongkok Hulusi

10. Manusia dan Boneka Wayang Pentas Dalam Satu Panggung

11. Nyanyian Diiringi Tarian (Dibawakan oleh semua pemain)

Acara ini menampilkan tari kolaborasi antara Barong Ket dengan Barong Sai dimana hal tersebut memiliki keterkaitan filosofi Siwa Buda. 

 

 

 

Share Post :