(0362) 330668
disbudbuleleng@gmail.com
Dinas Kebudayaan

Brahma Wihara Arama

Admin disbud | 29 Mei 2017 | 1870 kali

Brahma Wihara Arama

Wihara Buddha ini yang bernama Brahma Wihara Arama terletak di Desa Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar dengan jarak sekitar 19 Km dari kota Singaraja ke arah Barat. Objek dapat dicapai dengan kendaraan bermotor yang menelan waktu perjalanan sekitar 30 menit, karena keadaan jalan cukup baik. Objek ini berada di dataran tinggi / di daerah sekitar perbukitan yang diperkirakan memiliki ketinggian sekitar 300 meter dari permukaan laut. Wihara ini mempunyai areal tanah sekitar 1,5 Ha dan khusus untuk bangunan Brahma Wihara Arama hanya sekitar 35 Are, sedangkan sisanya berupa tanah perkebunan yang berada di sekeliling wihara.

Letak objek ini agak jauh dari permukiman masyarakat Banjar, sehingga nampaknya benar-benar tenang, jauh dari keramaian, dan sangat menyejukan karena keindahan alam sekelilingnya. Tempat ini sungguh amat tepat, letaknya agak tinggi dan strategis, sehingga seluas mata memandang tampak pemandangan laut dan perbukitan yang indah di sekeliling bangunan wihara ini turut mewarnai indahnya panorama Brahma Wihara Arama itu sendiri. Keadaan tanah di lingkungan objek cukup subur, karena fasilitas utama berupa air sudah terpenuhi, baik untuk masyarakat dan umat maupun untuk pengairan areal perkebunan, Secara historis Wihara Budha ini sudah ada sejak tahun 1958 terletak di dekat Air Panas Banjar, dengan tempat/areal yang berstatus pinjaman.

Wihara ini didirikan oleh Bikku Giri Rakito Tera. Namun dalam perkembangan umat Buddha, yang mengakibatkan tempat itu kurang memadai, dan agak dekat dengan keramaian masyarakat Banjar sehingga untuk latihan meditasi nampaknya terganggu, maka dicarilah tempat yang baru, tempat ini dibeli sendiri oleh Bikku Giri dan pembangunannya dimulai pada bulan November 1970. Pemakaiannya sebagai tempat kebaktian baru dimulai bulan Mei 1971. Wihara Buddha yang dibangun di Banjar Tegeha ini disebut dengan nama Brahma Wihara Arama. Pemberian nama ini erat hubungannya dengan fungsi dan manfaat wihara itu sendiri. Dapat diartikan bahwa wihara tempat tinggal Bikku, atau kediaman Brahma yang berarti pula tempat sifat luhur; sedangkan Arama berarti taman. Jadi Braham Wihara Arama dapat diartikan sebagai taman kedamaian Brahama yang luhur atau tempat kediaman sifat yang luhur.

Biaya pembangunan diperoleh dari hasil sumbangan/hasil pembinaan yang dilakukan Bikku Giri (sebagai Bikku Darma Duta) kepada umat di seluruh Indonesia. Diakui oleh umat bahwa Wihara Buddha di Banjar Tegeha ini dijadikan tempat meditasi yakni mengembangkan pandangan terang waktu 7 sampai 17 hari. Latihan yang dimaksudkan adalah meliputi duduk bersila dan jalan dengan waktu yang seimbang dan acara kebaktian. Latihan meditasi seperti yang disebutkan di atas adalah bertujuan untuk : mengenal, mengerti pikiran; mengendalikan pikiran; membersihkan pikiran dan  mencapai kebijaksanaan yang pada akhirnya sesuai dengan ajaran Budha melepaskan diri dari hidup keduniawian. Dengan memperhatikan segala kegiatan latihan yang dimaksudkan di atas, maka sudah dapat dipastikan bahwa Wihara Budha itu mempunyai fungsi pendidikan, penyuluhan dan pembinaan umat.

Di samping fungsi pendidikan, Brahma Wihara Arama juga menampakan dua fungsi lainnya yakni : fungsi sosial dan objek wisata. Fungsi sosial dapat disaksikan dengan adanya usaha pengadaan air untuk kepentingan masyarakat, memberikan fasilitas pinjam perlengkapan/alat-alat seperti : kursi, lampu, tikar bagi masyarakat yang berminat dan wihara dapat dijadikan sebagai tempat pertemuan seperti arisan dan rapat-rapat. Sedangkan fungsi sebagai objek wisata nampak dari penampilan bentuk bangunan wihara itu sendiri yang disainnya sangat indah, bersih penuh hiasan patung-patung Buddha dan patung-patung yang khas Bali selatan. Banyak wisatawan asing yang datang berkebangsaan Inggris, Belanda, Amerika, Australia dan lain-lain,  bahkan ada yang ikut berlatih meditasi.

Wihara ini seperti telah diungkapkan di muka berlokasi di daerah perbukitan yang di sekitarnya di kelilingi oleh panorama alamiah yang indah, sehingga suasana menjadi tenang, sejuk dan menyegarkan. Sebagian besar dan bahkan hampir setiap pengunjung yang datang ke tempat wihara ini, baik domestik maupun asing yang mempunyai tujuan latihan meditasi ataukah yang sifatnya rekreatif, memberikan kesan menarik dan indah. Nilai budaya yang dimiliki oleh wihara yang  erat kaitannya dengan fungsinya, terutama sebagai pusat meditasi. Untuk mencapai tujuan utama itulah bentuk bangunanya ditata sedemikian rupa (bentuknya berundak-undak menyerupai bangunan suci Hindu). Dari halaman satu ke halaman berikutnya dipisahkan oleh pintu masuk berbentuk candi bentar, dan setiap halaman dari ketiga halaman yang ada ditata secara indah, seperti tanamannya, patung-patung Buddha dengan sikap-sikap tangan tertentu, patung-patung Hindu yang menggambarkan para dewa yang dikenal Buddha dengan ukir-ukirannya. Ada juga tempat-tempat khusus yang berfungsi untuk pendidikan ke Budhaan, yakni tempat menerima pelajaran, sekaligus tempat kebaktian atau ruang Dharma, yang lebih dikenal dengan nama Dharmasala Induk dan Dharmasala. Di samping itu terdapat pula tempat pertemuan  atau tempat upacara pada upacara Waisak. Tangga-tangga yang ada, yang menghubungkan halaman satu ke halaman lainya menggambarkan lambang-lambang keagamaan yang penuh arti terutama sebagai jalan yang akan ditempuh dalam usaha mencapai nirwana (melepaskan diri dari hidup keduniawian).