(0362) 330668
disbudbuleleng@gmail.com
Dinas Kebudayaan

Pakaian Perempuan Bali

Admin disbud | 26 Juli 2021 | 658 kali

Pakaian Perempuan Bali 

 

Dahulu, pakaian adat masyarakat Bali tidaklah sama dengan yang dilihat sekarang. Pakaian yang digunakan oleh masyarakat Bali hanya penutup badan sederhana. Baik kaum laki-laki maupun wanita menggunakan kemben seperti rok. Wanita Bali tidak menutup bagian atas dadanya alias bertelanjang dada. Bagian rambut sangat klimis karena diolesi minyak kelapa. Beberapa kuntum bunga disematkan di rambut dan telinga.

 

Pemandangan seperti menjadi hal wajar kala itu. Masyarakat Bali mulai mengenal pakaian setelah Bali mulai dikenal dunia sebagai tujuan destinasi wisata. Miguel Cavarrubias dalam artikel yang berjudul Bali Binasa: Sebuah Spekulasi menjelaskan bagaimana masyarakat Bali mulai mengenal baju dalam kesehariannya. Pemerintah Kolonialisme Belanda di Buleleng adalah yang mengeluarkan aturan setiap wanita Bali harus menggunakan baju.

 

Aturan tersebut dikeluarkan pada tahun 1848 untuk memproteksi moral tentara Belanda yang bertugas di Bali. Sejak itu istri-istri pangeran Bali mengenakan baju yang sontak menjadi inspirasi gaya berpakaian yang pantas. Tiga tahun setelah aturan tersebut dikeluarkan, tidak ada lagi wanita Bali yang keluar rumah dengan tanpa menggunakan kain atasan.

 

Kebiasaan wanita Bali yang tidak mengenakan pakaian berakhir pada tahun 1990-an. Sekarang, wanita-wanita Bali yang tidak menutupi bagian atas dadanya dianggap sebagai orang gunung yang tidak beradab. Tanpa disadari hal ini turut mempengaruhi kebiasaan kaum laki-laki di Bali, hingga akhirnya terciptalah pakaian adat Bali seperti yang dikelan saat ini.

 

Sumber : https://www.google.com/amp/s/phinemo.com