(0362) 330668
disbudbuleleng@gmail.com
Dinas Kebudayaan

SEJARAH BANYUNING

Admin disbud | 23 Februari 2021 | 1502 kali

Salah satu kelurahan bagian dari kecamatan Buleleng, yakni kelurahan Banyuning terletak 2 kilometer dari pusat kota pendidikan, Singaraja. Kelurahan Banyuning yang dulunya merupakan desa ini, menyimpan banyak potensi menjanjikan yang telah dikembangkan oleh masyarakat setempat. Desa Banyuning dahulu berasal dari nama Monaspatika, dimana Mona berarti air dan Stika berarti hening. Jadi Monaspatika mengandung arti bayuhening, sehingga disingkat menjadi Banyuning. Istilah tersebut dibuktikan dengan adanya peninggalan sejarah baik berupa tulisan–tulisan, relief dan prasasti. Desa Banyuning diperkirakan telah ada sekitar abad ke-13, yaitu pada masa I Gusti Ngurah PanjiS akti yang bersemayam di pura Anyar Sukasada. Di tengah perkembangan zaman, kelurahan Banyuning tetap menjalankan tradisi yang telah dilakukan secara turun- temurun. Seperti yang di sampaikan lurah Banyuning, “saling poles arang, yang diambil dari arang priuk yang sudah digunakan menanak nasi di pura. Keunikan seperti ini hanya ada di Pura Gede Pemayun pada saat Puja Wali Ageng. Selain itu ada juga permainan Maunti, Mejaran – jaranan yang dimainkan oleh anak – anak sampai dengan orang dewasa. Biasanya hal tersebut dilakukan sehari setelah menjelang odalan penglebar. Itulah keunikan yang secara otomatis dilakukan”.