(0362) 330668
disbudbuleleng@gmail.com
Dinas Kebudayaan

PANDE MADE SUKERTA

Admin disbud | 17 Januari 2024 | 115 kali

Lahir tahun 1953 di Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Buleleng. Tahun 1979 selesai menempuh Program Pendidikan S1 pada Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) yang sekarang menjadi  ISI Surakarta, tahun 2001 menyelesaikan studi pada program Magister (S2) Program Studi  Kajian Budaya Universitas Udayana, tahun 2004 menyelesaikan Program Doktor (S3) Program StudinKajian Budaya Universitas Udayana, dan tahun 2005 diangkat sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Komposisi Karawitan. Terkait dengan profesi sebagai pengrebab diawali dari menempuh studi di KOKARA-Bali tahun 1970-1972. Pada saat kelas II mendapatkan pembelajaran rebab yang harus ditempuh oleh semua siswa. Kawat rebab yang digunakan mulai kawat kopling sepeda motor, kawat senar, dan terakhir kawat kuning. Dengan penuh ketekunan belajar ngerebab, mulai tahun 1971 sudah mendapatkan julukan tukang rebab, meskipun sering-sering diejek oleh semua teman – teman. Rebab dan pengrebaban pada saat itu sangat langka, maka dari itu setiap ada kegiatan festival/lomba baik antar desa maupun antar kecamatan selalu diundang untuk bergabung menjadi anggota sekeha salah satu peserta festival/lomba. Sampai sekarang saya menekuni rebab dengan melakukan latihan-latihan.

Terkait dengan jabatan tahun 2005-2008 sebagai ketua Program studi Penciptaan Pascasarjana ISI Surakarta, tahun 2009 sebagai Dekan Fakultas Seni Pertunjukan Insitut Seni  Indonesia (ISI) Surakarta, dan tahun 2010 sebagai Pembantu Rektor II Insitut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Sejak tahun 1976 sampai sekarang sebagai staf pengajar di Insitut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Sejak tahun 2003 sampi sekarang sebagai staf pengajar pada Sekolah Tinggi Hindu Dharma (STHD) Klanten Jawa Tengah, tahun 2005 mengajar pada Program Studi Penciptaan Seni Program Pascasarjana ISI Surakarta, dan mulai  tahun 2009-2010 mengajar pada Program Studi Pengkajian dan penciptaan Seni STSI Padang panjang Sumatra Barat.

Selain sebagai pengajar, juga melakukan berbagai penelitian, menulis artikel,menyusun buku, dan menyusun karya seni di antaranya Ensiklopedia Karawitan Bali (1998), Jenis-jenis Tungguhan Gambelan Bali (2001), “Gong Kebyar gaya Buleleng  Cerminan Budaya Masyarakat Bali Utara” (tesis,2001), “Perubahan dan keberlanjutan dalam Tradisi Gpng Kebyar: Studi tentang Gong Kebyar gaya Buleleng” (Disertasi, 2004). Adapun karya seni yang disusun antar lain Komposisi Bon Bali (Susunan bersama, 1998), Komposisi Maya (susunan bersama, 2004), Komposisi Les (2004), Komposisi Momong (2006), dan Komposisi Seandainya Musik Dalam….(2008).

 Sumber : Buku Belajar Rebab Bali edisi 2

(Insitut Seni Indonesia Denpasar bekerjasama dengan Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata republik Indonesia tahun 2011)